Ulangtahun ke 3 AkberMedan!

Hari ini bangun kesiangan akibat tidur kepagian, dan seperti orang kebanyakan setelah bangun hal pertama di cari adalah handphone hahahaa, jadi hari ini di mulai dengan mendapati ucapan selamat ulang tahun ke 3 di group volunteer akbermedan! :D

Udah lama nggak ngeblog, sebagai pengingat mari menulis tentang Akademi Berbagi Medan..

Pertama berhubungan dengan Akademi Berbagi adalah saat mendaftar salah satu kelasnya di Jakarta (lupa kelas apa) saat itu daftarnya masih mention ke akunnya mbak Ai kelas tersebut akhirnya tidak bisa aku ikuti karena ada acara tambahan dari pihak yang mengundang saya ke Jakarta, seat saya tersebut akhirnya diberikan ke orang lain setelah saya mention kembali mengabarkan saya tidak bisa hadir. Saya tetap menyimpan keinginan untuk belajar di kelas akademi berbagi, rasanya menarik sekali, saya terus mengikuti sampai akhirnya Medan juga menjalankan kegiatan menyenangkan ini..

Pertama ketemu mbak Ai di Tip Top daerah kesawan. Saat itu Mbak Ai bareng rombongan detikcom yang bakal ngadain event citizen journalism gitu, aku bantuin nyari pesertanya. Ada kejadian lucu, sehari sebelumnya mbak Ai via telpon minta pesertanya di kurangi separuh karena peserta membludak, pengalaman baru: mencancel peserta. Terus ketemu lagi di Ucok Durian, kenalan sama BDI dan Mas Andri yang selama ini namanya udah saya kenal, bareng Uje obrolan tentang Akademi Berbagi bareng mbak Ai berlanjut ke hotel Arya Duta tempat event detikcom akan dilaksanakan, setelah itu jadilah 27 Maret 2011 kelas pertama Akber Medan dijalankan dengan pemateri Uje dan Zulfahmi Purba.

Balik dari #LLD2014 kemarin kepala sekolah Akber Medan resmi berpindah ke Yudi. Yudi adalah relawan paling junior, hari ini dia lagi coba mengajak Viki Sianipar yang kebetulan lagi di Medan untuk ngisi kelas, bila berhasil akan menjadi perayaan ultah yang seru nih. Akber Medan mungkin tidak seperti kota lain yang berlimpahan relawan, masa-masa awal dulu di bantui sama Azi, Bayu, Uci, dan kak Windi. Azi kini beraktifitas di Jakarta, Uci masih menyempatkan diri bantuin desain publikasi kelas, kak Windi karena keterbatasan waktu saat ini sudah lama pensiun, nyaris tinggal Aku sama Bayu, jadi selama lebih 2 tahun kelas-kelas akbermedan dijalankan hanya 3 orang: Aku, Azi, dan Bayu. Sekarang dibantuin sama Yudi, Yofie, dan bang Danny, untuk tempat sangat terbantu oleh jaringan pertemanan. Medan ini unik, tentang konsep volunteer pemahaman juga kultur di Medan juga sedikit berbeda dengan daerah-daerah lain, kita sangat terbuka tetapi tetap prinsip dan nilai-nilai dari Akademi Berbagi harus dipenuhi. Kegiatan berkomunitas saat ini lagi keren-kerennya di Medan, pekerjaan saya saat ini juga banyak berhubungan dengan brand yang ingin masuk ke komunitas, dengan kultur yang unik ini juga memberi saya banyak pembelajaran (plus banyak sekali keseruan), apa-apa yang bisa jalan dengan di kota lain belum tentu bisa diadopsi keseluruhannya disini, ah saya tersesat bahagia di kota besar yang masih juga kekurangan daya listrik ini.. Cinta Medan pake bangets! Semoga tahun ini bisa buat event komunitas lagi seperti Medan Community Festival tahun lalu, kegiatan berkumpul bersama sekaligus membuat aksi yang berhasil menyelamatkan hutan kota dari rencana buruk Pemerintah Daerah rasanya menyenangkan sekali..

Dapat kesempatan dan kepercayaan mengelola kelas di Medan adalah salah satu moment terbaik dalam hidup saya. Ini beneran, tidak ada yang dilebih-lebihan. Bisa membangun komunikasi, berkenalan, dan menghadirkan banyak pemateri untuk sharing di akbermedan merupakan pembelajaran yang tidak ada di kampus manapun, tidak akan mudah bila bukan membawa nama akademi berbagi. Mulai dari pemateri lokal, skala nasional, juga skala internasional sudah banyak yang berbagi ilmu, menularkan semangat, dan pengalamannya di kelas-kelas Akber Medan. Saya bisa jumpa langsung dengan orang-orang hebat tersebut, banyak orang bisa belajar langsung dari mereka. Setiap kelas yang terlaksana selalu membawa energi yang luar biasa, saya juga bisa dengan sangat mudah merasa senang dan beruntung bila sedang barsama teman-teman relawan akbermedan. Bisa berkumpul dengan relawan akber seluruh Indonesia? Itu menakjubkan sekali, perasaan dan hal yang luar biasa!

Akademi Berbagi adalah ruang besar untuk belajar dan membangun jaringan. Banyak cerita menyenangkan para relawan tentang hal tersebut. Inilah hal sederhana untuk kita bisa mengembalikan apa-apa yang kita dapat – apa yang bisa kita lakukan kepada lebih banyak orang, sarana untuk sama-sama berkembang dan bermanfaat. Terima kasih Akademi Berbagi, Selamat Ulang Tahun ketiga Akber Medan! :)

Volunteer Akademi Berbagi – Zaky.

 

 

Mudah Saja

Seseorang, sebut saja Danny Kusuma bernyanyi Mudah Saja, mungkin jauh sebelum Sheila On 7 menciptakan lagu pilu tersebut ada kisah seperti ini.

aku ingat hari itu, pertengkaran kesekian kalinya setelah kita memutuskan untuk bersama. mendung turun menjelang sore. handphoneku berdering, aku gugup, jantungku berdegub kencang, namamu ada disitu. apakah kau tau? saat itu sebenarnya yang ingin kukatakan ‘hai! kemana aja? kok, baru nelpon?’ tetapi, justru yang ku tanya ‘hai! kenapa?’.

andai kau tau, aku hanya berharap satu kata tanya ‘kenapa’ bisa membuatmu bercerita banyak tentang banyak hal daripada sekedar kata ‘hai, sayang’ diawal percakapan kita hari itu. dugaanku keliru, tak ada percakapan seru hari itu. menurutku, kadang kalimat tanya dibutuhkan untuk memberi ruang bagi kita membuat pembicaraan menjadi lebih panjang. menurutmu, tidak setiap pertanyaan harus di jawab.

malam itu, setelah sekian lama, aku putuskan untuk bertemu denganmu. di tempat kesukaanmu, duduk dikursi pojok, dua orange jus telah kau habiskan. ‘apa kabarmu?’ kau memulai percakapan itu tanpa memandangku, aku lalu duduk disampingmu. ‘baik’ aku menjawab singkat, untuk meminta maaf karena terlambat dari waktu yang dijanjikan pun tak bisa keluar dari mulutku. kau tersenyum, ‘semakin kurus’ sambungmu, aku hanya balas tersenyum. ‘dan, masih tak bisa berbasa-basi..’ lanjutmu lagi.

‘mengapa begitu lama tidak menghubungiku?’ tanyamu, aku tidak menjawab. ‘mengapa tiba-tiba menghilang?’ kejarmu. ketika kau bertemu diam, kau pun berguman ‘tak ada yang bisa mengubahmu, bahkan aku tetap tak bisa menebakmu’.

sungguh malam yang berat untukku, membiarkanmu berlalu.

Kedekopikami. – Medan.

Skripshit, nonton, sampai lembur!

Kembali teringat pertanyaan pamungkas waktu meja hijau, ‘Oke Zaky, pertanyaan terakhir: dalam keseharian apakah apa-apa yang mau kamu lakukan telah di rencanakan dengan baik? maksud saya kamu beraktifitas dengan planning yang sudah kamu tata dengan baik? Tau hari ini mau ngapain aja, jam segini akan berada dimana bertemu dengan siapa..’, dan jawaban jujur dari hati yang terdalam berhasil menyelesaikan sidang yang berjalan nyaris 2 jam itu. Btw, akhirnya punya bukti autentik skripshit itu, setelah 2 tahun berdiam di kosan Hafes akhirnya kemarin aku mengambilnya! Iya harus di ambil kalo nggak di buang karena dia akan menjadi penduduk Lhokseumawe jadi nggak mungkin bakal dibawanya kesana, yaiyalah :))

Buat saya, sampai saat ini ‘selalu ada yang lebih menarik daripada yang lebih penting’, selalu berhasil menggeser hal-hal penting yang bisa di tunda bila ada kesenangan yang harus dilakukan dengan mendadak. dimana pada akhirnya hal-hal yang penting itu tetap terlaksana, sebagai fans Manchester United tentunya sudah terbiasa dengan degub jantung injury time, tekanan yang membuat semua elemen bekerja bertabrakan, kacau! Hahaha.. Nggak juga sih, alhamdulillah tulisan terakhir yang dikumpul bertepatan dengan deadline diganjar dua ikat mata uang rupiah. Jadi tadi sebagai mahluk yang pas bangun langsung cari handphone langsung menemukan informasi tentang pemutaran XXI short film GRATIS di Hermes XXI via twitter @mateinfo. Bangun, minum air putih, mandi, ke atm, isi bensin, meluncur ke Hermes Place.

Hasil dari nonton beberapa film, aku suka dengan film animasi ini, dialognya agak berat kalimatnya prosa benjets, bercerita tentang ‘mungkin kita masih hidup, tapi sebenarnya kita sudah lama mati’, setting ceritanya di taman gitu, antara seorang kakek dan perempuan muda yang ‘kehilangan hidupnya’ setelah di tinggal mati kekasihnya. Aku jarang nonton film animasi apalagi buatan anak indonesia, jadi film ini menurutku cukup oke.

Sutradaranya dapat ide film dari orang terdekatnya, neneknya tercinta. Dari kalimat yang di ucapkan neneknya kalau beliau susah tidur malam karena takut salah satu dari mereka (kakek atau neneknya) pada pagi hari nggak bangun lagi. Film pendek yang berisi aktifitas kakek, nenek, dan seorang tetangga mereka. Bagaimana kakek dan nenek ini saling gantingan berpura-pura ‘mati’ dan menimbulkan kesedihan bagi pasangannya, aku suka pesan dari film ini. Film yang di buat oleh Yandy Laurens dan dua temannya sebagai tugas akhir mereka di IKJ.

Dan satu lagi yang aku suka, ada dokumenter tentang ‘kesusahan hidup’, potret keluarga kelas bawah. Cerita tentang suami yang keluar dari penjara lalu kembali ke rumah, istrinya bertutur kalo hidup suaminya hancur karena main perempuan (sedih, dan menyedihkan banget di scene ini), anak tertua mereka tidak tamat SMP dan sampai sekarang menjadi pengamen, di akhir cerita si bapak coba mencari kerja mengambil tanggung jawabnya kembali, ini juga menyedihkan karena sebagai mantan nara pidana hidup bisa jadi lebih sulit.

Selamat Hari Kesaktian Pancasila, Indonesia! Pancasila yang sepertinya tidak cukup sakti untuk mengganjal perut lapar dan menghilangkan kekhawatirkan masyarakatnya.

—-

Hari pertama Oktober di tutup dengan meeting buat activation eventnya Marlboro. Di rumah Mika, terjebak dalam kerjaan, hujan, listrik padam, juga indomie kuah yang tidak mampu di tolak perur dan akal sehat. Hari  yang lumayan capek tapi menyenangkan.. Selamat istirahat, beberapa jam lagi matahari terbit..

Kearifan Lokal dan Pergelaran Budaya di Festival Danau Toba.

Bagi masyarakat Indonesia, apalagi yang berwisata rasanya tidak lengkap rasa bila belum menginjakkan kaki di Danau terbesar kedua di dunia ini, Danau Toba. Danau Toba merupakan salah satu destinasi tujuan di Sumatera Utara, selain menyajikan keindahan alam para wisatawan juga bisa mendapati kekayaan seni dan budaya yang masih terjaga dengan baik. Event reguler yang telah berjalan 3 tahun ini berubah nama dari Pesta Danau Toba (PDT) menjadi Festival Danau Toba (FDT) yang mengangkat tema ‘Argo do Bona ni Pinasa’ yang mempunyai arti menghargai tanah para leluhur, event yang di gelar dari 8-14 September 2013 ini di buka oleh Menteri Perekonomian Hatta Rajasa.

Festival Danau Toba 2013

Gapura Festival Danau Toba di Bukit Beta.

Festival Danau Toba ini merupakan event yang digagas oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menghadirkan banyak kegiatan seni budaya dan perlombaan, dan karena skalanya internasional banyak pengisi acara dan atlet yang di undang khusus meramaikan FDT 2013. Di bidang olah raga ada World Super Swim yang menempuh jarak 117km menjadi rekor jarak renang dunia, ada juga Renang Rakyat yang bisa di ikuti oleh masyarakat dan wisatawan, lomba Solu Bolon yang merupakan perahu dayung tradisional suku Batak, juga lomba Paralayang dengan view indah Danau Tona. FDT 2013 juga menyuguhkan pergelaran seni budaya yang sangat kental, ada Karnaval Sigale-gake yang menjadi simbol event akbar ini, Wordl Drum festival pertama di dunia, ada juga Gorga (Seni Ukir Khas Batak) Gondang (Seni Musik khas Batak) Topeng Batak dan Ulos yang merupakan bagian dari budaya lokal.

Suasana Penutupan Festival Danau Toba 2013

Suasana Penutupan Festival Danau Toba 2013

Telkomsel sebagai salah satu pendukung Festival Danau Toba 2013 mengajak beberapa perwakilan komunitas untuk turut hadir dan berpastisipasi. Johanes Juda dari Komunitas Fotodroids, Yopie Suryadi Founder gopego, Jefri Dinomo Google Business Group Semarang, Achmad Zaky dan Danny Kusuma dari Akademi Berbagi Medan, serta Din Afriansyah dan Zikri Fadhilah beserta tim dari Telkomsel Sumatera bersama-sama ‘traveling’ menghadiri tahunan ini, Telkomsel juga mengadakan perlombaan Instagram yang bertema  Festival Danau Toba 2013, meramaikan social media dengan tagar #FestivalDanauToba #TselSumatera dan #PalingIndonesia. Kita menempuh perjalan darat dari Medan ke Samosir, perjalanan yang seru karena dipenuhi percakapan menarik sambil singgah mencicipi kuliner khas Sumatera Utara.

Perwakilan Komunitas

Perwakilan Komunitas bersama Tim Telkomsel Sumatera.

Siang hari (14 September 2013) kita tiba di Parapat dan langsung menuju pelabuhan penyebrangan Ajibata, disalah satu rumah makan anak-anak kecil disana menawarkan kebolehan mereka dalam bernyanyi, datanglah ke tempat ini untuk mendengar lagu-lagu Batak di nyanyikan sangat indah. Setibanya di Tuk Tuk, kita langsung menuju objek wisata Pasir Putih, danau air tawar dengan hamparan pasir putih sepertinya hanya ada di sini, dan tidak jauh dari Pasir Putih kami juga sempat mendokumentasikan rumah-rumah khas Batak yang masih berdiri dengan kokoh. Dari Pasir Putih kami menuju Objek wisata Batu Kursi Raja Siallagan, yang menurut cerita pada zaman dahulu menjadi tempat keputusan adat dilaksanakan, disana terdapat semacam komplek pengadilan dan tempat eksekusi bagi para pelanggar hukum, ada juga kuburan leluhur yang menjadikan tempat ini begitu menarik untuk diketahui sejarahnya.

Anak-anak Menyanyikan Lagu Batak

Nyanyian Lagu Batak oleh Anak-anak Toba.

Dari Batu Kursi Raja Siallagen kita langsung menuju Bukit Beta, tempat seremonial penutupan Festival Danau Toba 2013. Bukit Beta merupakan venue yang sedikit menanjak, sebelum sampai di atas kita bisa menyaksikan pasar malam dan jajanan rakyat yang dipenuh sesak oleh pengunjung, kita sempat mengganjal perut dengan lontong sate yang dijual tidak jauh dari gapura FDT 2013. Saat tiba di atas Bukit Beta suasana sudah sangat ramai, acara musik dan pergelaran seni terus berlangsung dengan meriah, dan akhirnya Festival Danau Toba 2013 ditutup dengan kembang api yang di iringin pemukulan gendang taganing.

Pemandangan dari Menara Tele

Pemandangan Danau Toba dari Menara Tele.

Walaupun masih terdapat banyak kekurangan, tahun depan Kabupaten Toba Samosir telah siap untuk menjadi tuan rumah FDT berikutnya, kita berharap semoga tahun depan event masyarakat Sumatera Utara ini bisa terlaksana lebih baik lagi mulai dari permasalahan promosi sampai eksekusi acara, konsep ekowisata juga harus di terapkan agar Masyarakat setempat mendapat manfaat langsung dari Pariwisata Danau Toba. Sampai ketemu di Festival Danau Toba 2014. :D

Tupperware Fair, Hidup Sehat dan Praktis.

Tupperware merupakan brand dunia, sebuah perusahaan multinasional yang berpusat di Orlando Amerika Serikat. Perusahaan yang mulai mengembangkan produknya pada tahun 1946 ini memproduksi produk berbahan plastik untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Bahan dasar produk-produk Tupperware terbuat dari kualitas terbaik, ramah lingkungan, dan yang terpenting aman bagi kesehatan penggunanya karena telah memenuhi ketentuan EFSA (European Food Safety Authority), Japan Food Safety Commision, dan FDA (Food and Drugs Administration) Amerika Serikat. Visi Tupperware menjadi Company of Choice dan Brand of Choice sepertinya sudah tercapai, brand ini telah melekat begitu kuat di masyarakat,  kini semua orang menyebutnya ‘Tupperware’ walaupun terkadang itu merupakan produk merek lain, masyarakat mengenal produk plastik untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga adalah Tupperware. Di Indonesia saat ini terdapat lebih dari 70 distributor Tupperware resmi yang di dukung 170.000 tenaga penjual independen telah berhasil memperkenalkan dan menjual produk yang menjadi solusi hidup sehat dan praktis, yang mendukung aktifitas kita sehari-hari. Tupperware dengan sistem marketing direct selling telah memasarkan produknya yang innovatif, unik, dan menarik keseluruh penjuru dunia. Sebagai penguasa pasar produk kebutuhan rumah tangga,Tupperware juga telah berhasil mengubah hidup banyak orang di lebih dari 100 negara di dunia, sesuatu yang patut diberi apresiasi.

Tupperware Home Fair

Tupperware Home Fair di Sun Plaza Medan.

Medan menjadi kota pertama tempat di selenggarakannya Tupperware Fair oleh PT. Tupperware Indonesia. Mulai tanggal 23 – 28 Juli 2013 masyarakat Medan dan sekitarnya bisa datang langsung ke Atrium Sun Plaza untuk mendapatkan informasi produk serta mengikuti berbagai program acara yang telah dipersiapkan dengan baik oleh pihak penyelenggara. Di Tupperware Home Fair, semua kalangan dari berbagai bidang pekerjaan dan ragam usia bisa menikmati berbagai acara hiburan, permainan, serta talkshow edukatif. Di Medan, Tupperware Home Fair menyelenggarakan berbagai perlombaan, di antaranya: Lomba mewarnai bagi anak-anak, Lomba modern dance untuk remaja, Lomba memasak untuk ayah dan anak, dan Lomba nasyid acapella/kontemporer. Ada juga Workshop membuat menu bento untuk ibu dan anak, Talkshow (Blogging, Tren Hijab, Gizi Anak), dan Parenting Session bersama Psikolog Ratih Ibrahim & Chef Ari Galih. Bagi ibu dan anak yang menyukai bidang fashion bisa mengikuti lomba Tupperware Fashionista, dan yang tidak kalah seru di Tupperware Home Fair Medan para pengunjung bisa ikutan Cooking Demo. Tupperware Fair ini juga bakal di ramaikan oleh penampilan spesial Delon, semua acara tersebut terbuka untuk umum, jadi masyarakat Medan dan sekitarnya silahkan datang, silahkan di nikmati beramai-ramai.

View Tupperware Home Fair

View Tupperware Home Fair

Menurut saya, Atrium Sun Plaza di sulap menjadi tempat yang sangat menyenangkan oleh Tupperware Indonesia. Terdapat banyak booth informasi tentang Tupperware, wahana permainan (Rodeo Race, Kolam Bola), serta stage yang megah yang digunakan untuk Talkshow/Workshop dan Acoustic Band Performance. Semuanya di hias dengan penuh warna-warni, selaras dengan produk-produknya Tupperware yang membuat kita nyaman dan betah untuk menikmati dan mengikuti rangkaian acara di Tupperware Fair. Para pengunjung bisa langsung mendapatkan experience dan knowledge tentang pentingnya kesadaran serta kepedulian kita terhadap lingkungan, di mulai dari kita yang masih suka menggunakan produk-produk yang tidak ramah lingkungan dan berbahaya bagi kesehatan. Hal-hal sederhana seperti himbauan jangan buang sampah sembarangan, informasi tentang berapa lama sebuah material hancur terurai, juga data potensi jumlah sampah yang kita produksi perhari, semua hal tersebut bisa kita dapatkan dengan memasuki sebuah ruang/wahana yang dibuat khusus di area Tupperware Home Fair Medan. Tupperware hadir menjadi penggerak gaya hidup yang cinta terhadap lingkungannya, karena pada dasarnya bumi telah memberi semuanya kepada kita. Sekarang kita harus peduli dan menjaga bumi tempat kita tinggal ini, di mulai dari lingkungan terkecil kita, mulai dari mengadopsi gaya hidup hijau dengan mengurangi penggunaan wadah sekali pakai (misalnya dengan membawa bekal dari rumah), hal dan tindakan yang sederhana itu akan memberi dampak positif yang besar untuk kehidupan kita saat ini dan di masa mendatang.

Stage dan Band Performance

Stage dan Band Performance

Tupperware Center

Tupperware Center di Tupperware Home Fair Medan

Yang paling menarik dari Tupperware Fair ini adalah penyajian konsep HOME. HOME disini merupakan kepanjangan dari: Health (Gaya Hidup Sehat), Organization (Penyimpanan dan Penataan yang praktis serta hemat tempat), Money (Penghematan), dan Environment (Mendukung pelestarian lingkungan). Menurut saya HOME merupakan sebuah gagasan yang sangat inspiratif yang di tawarkan oleh Tupperware sebagai sebuah produk dan brand. Tupperware selain menjadi peralatan rumah tangga terbaik yang harus di miliki oleh siapapun, memberi kesempatan bagi siapapun yang bergabung untuk mendapatkan masa depan yang lebih baik. Di sisi lain, Tupperware juga mengkampanyekan gaya hidup sehat dan kepedulian yang besar terhadap lingkungan, dimana semua  itu menjadikan Tupperware sebagai sebuah produk yang luar biasa, produk yang mempunyai nilai tambah yang sangat bermanfaat. Produk Tupperware bergaransi seumur hidup, dan kabarnya kita bisa berkesempatan mendapatkan produk-produknya tersebut secara gratis dengan bergabung dalam keluarga besar Tupperware. Jadi apakah masih ada alasan untuk kita tidak menggunakan Tupperware?  Tentunya tidak ada alasan untuk tidak memulai hidup yang lebih sehat dan praktis. Di Tupperware Home Fair, saya langsung jatuh hati dengan produk Tupperware Men Collection yang terdiri dari:  X-Treme Meal Box, X-Treme Bottle, X-Treme Sporty Bag, dan Go Active Lunch Set. Ke depan, produk-produk Tupperware tersebut akan menjadi bagian penting dari aktifitas keseharian saya.

Tupperware for Modern Men

Tupperware for Modern Men

Untuk informasi tentang produk dan Tupperware Fair bisa cek di www.tupperware.co.id, jangan lupa like fan pages Tupperware di www.facebook.com/tupperwareID dan follow @tupperwareID via twitter.

Tulisan ini di ikutsertakan dalam kompetisi menulis blog Tupperware Home Fair Competition. Tulisan ini di luar tanggung jawab Tupperware Indonesia.

hantunya turun tangan

Awalnya sederhana. Balas2an mention di twitter, balas2an DM dan SMS yang mengantarkan kepada meeting disebuah warung kopi di kawasan Dr. Mansyur. Nggak berasa udah 5 jam aja, waktu yang panjang karena aku tidak begitu mengerti apa yang di bahas. Yang mau dibuat adalah system dengan output yang harus mampu menampung satu juta hit per detik, jadi sebagai mantan mahasiswa Ilmu Komputer yang murtad mendiskusikan ini tentu membuat kening berkerut.

Kabarnya yang punya project udah keliling Medan, ke kampus, ke semua lembaga konsultan, untuk memesan apa yang dia inginkan, semuanya angkat tanggan, ada yang bisa tapi tidak cocok di waktu. Yang menyenangkan dari kegiatan ini adalah kenalan dengan beberapa orang baru, dan bakal melihat beberapa orang yang aku kagumi (dari ilmu dan pertemenanan) bekerja sama. Kalo bahasa si Azi ‘Aih baru sadar aku bang kejam2 semua ini timnnya, hantunya turun tangan!’.  Tidak ada yang membuat kita begitu antusias selain kesempatan melihat sesuatu yang belum pernah kita lihat, melakukan apa yang belum pernah kita lakukan. Eureka!

 

yaaaaaay!

Jadi sekarang kerjaannya, dari dulu sih, tepatnya dari tahun kemarin: nongkrong di kakaka. Udah kayak warung sendiri, di lantai 3 ada kamar berfasilitas lengkap yang bisa ikut aku tempati kalo mau tidur siang, atau kerja sampai menjelang subuh. Pokoknya hidup kedekopikami, Let’s Rock!

Nah, kakaka ini punyanya anak-anak Arsitek USU. Menurutku usaha bareng kawan-kawan yang satu kesenangan juga satu kegilaan itu adalah rahmad tuhan yang keren sekali, dulu punya cita-cita seperti ini, sampai sekarang juga sih masih pengen :(

Jadi gini, ada namanya Bang Yoyok (bukan drummer Padi), dia kawannya kawan-kawan yang punya kakaka. Iya biar gak bingung, dia alumni Arsitektur USU juga, dulu pertama kenal waktu dia main ke kakaka baru menang sayembara desain tingkat Asia gitu, mau di tandukin ngisi AkberMedan :)) Istrinya Bang Yoyok berkewarganeraan Swiss dan anaknya bernama Andra lucu benjets! Sebenarnya yang mau di ceritain adalah.. Jadi mereka punya projectkan mau buat buku tentang Arsitektur Bangunan adat/khas Nias gitu, kayaknya bakal fenomenal benjets. Jadi setiap minggu mereka berkumpul untuk terus berembuk dan mempersiapkan project yang bakal menjadi saksi bahwa mereka pernah hidup, sebuah karya yang sangat total dari seluruh kemampuan yang mereka punya – sesuatu yang mereka benar-benar ingin buat – untuk disebarkan seluas-luasnya! Aku dukung benjets, soalnya sebelum bukunya jadi aja perdebatannya sudah luar biasa hebat, seru Mari kita nantikan bersama buku dari banyak kepala ini.

Nah, di hari pertemuan rutin mereka itu kawan2nya Bang Yoyok pada nggak nongol di kakaka. Singkat cerita rupanya pertemuan rutin mereka di undur keesokan harinya, Bang Yoyok miss tentang itu. Jadilah kami terlibat obrolan panjang, seru, sampai saling menatap dalam. Sebenarnya aku lagi asyik browsing, tetapi ada adab yang tidak tertulis yang mengatakan: ‘istirahatkan laptopmu bila ada teman ngobrol di depanmu / atau ada orang mengajakmu ngobro, apalagi bila iya sendirianl’. Apa yang kami perbincangankan? Semuanya bermula dari pendapatnya tentang project / kegiatan yang akan aku dan kawan-kawan lakukan.. Melebar sampai membahas Indonesia (kami hentikan segera karena kening dipaksa terus mengkerut kalo membicarakan negara antah berantah ini), jadi kami langsung kembali berdiskusi hal-hal yang sudah dan rencana-rencana yang bakal dilakukan. Tahun ini telah berlalu setengah jalan, aku sidikit curhat ‘cepat kali udah di ujung juni aja, ini udah ngapain aja ya, kok gak terasa..’. Dari lontaran kalimat-kalimat itu aku dikasih masukan, mungkin biar tidak terlalu merasa bersalah coba buat list apa-apa aja yang sudah dilakukan hari ini, bertemu dengan siapa aja, kemana dan ngapain aja. Dan benar aja, setelah coba buat listnya ternyata walaupun terasa berlalu begitu aja (tiba-tiba udah malam aja, tiba-tiba udah jumat lagi aja) ada banyak hal yang kita lakukan, ternyata lumayan juga pembahasan yang telah kita pikirkan dengan orang-orang yang kita temui, banyak pembelajaran yang bisa diambil dari tempat-tempat yang kita datangi, bahkan tempat makan siang yang random yang kita singgahi sekalipun.

‘Mungkin karena semua bisa dilakukan tanpa perlu mandi dan pake celana ponggol aja terus kita merasa gak ngelakuin apa-apa, kalo gak seperti cara kerja orang lain kita tidak seperti tidak melakukan apa-apa.. kayaknya gitu ya zak?’, aku coba berpikir, dan kami sama-sama tertawa. Sebuah analogi yang mencerahkan. Makasih Bang Yoyok.

Sekarang mau coba untuk rajin ngeblog nih, mudah2an bisa jadi aktifitas rutin setiap hari. Sihiiiy! ;)