olehmu.

jalanan kini merajuk

membelok-belokkan badannya

sesekali ia mengumpat dengan lubang-lubang tak berbentuk

dengan kaca-kaca pecah sehabis kecelakaan.

hai, sudah sampai mana?

masih disini, duduk dipinggir trotoar

tidak kemana-mana, tetap menunggu ditabrak mati olehmu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s