yaaaaaay!

Jadi sekarang kerjaannya, dari dulu sih, tepatnya dari tahun kemarin: nongkrong di kakaka. Udah kayak warung sendiri, di lantai 3 ada kamar berfasilitas lengkap yang bisa ikut aku tempati kalo mau tidur siang, atau kerja sampai menjelang subuh. Pokoknya hidup kedekopikami, Let’s Rock!

Nah, kakaka ini punyanya anak-anak Arsitek USU. Menurutku usaha bareng kawan-kawan yang satu kesenangan juga satu kegilaan itu adalah rahmad tuhan yang keren sekali, dulu punya cita-cita seperti ini, sampai sekarang juga sih masih pengen😦

Jadi gini, ada namanya Bang Yoyok (bukan drummer Padi), dia kawannya kawan-kawan yang punya kakaka. Iya biar gak bingung, dia alumni Arsitektur USU juga, dulu pertama kenal waktu dia main ke kakaka baru menang sayembara desain tingkat Asia gitu, mau di tandukin ngisi AkberMedan :)) Istrinya Bang Yoyok berkewarganeraan Swiss dan anaknya bernama Andra lucu benjets! Sebenarnya yang mau di ceritain adalah.. Jadi mereka punya projectkan mau buat buku tentang Arsitektur Bangunan adat/khas Nias gitu, kayaknya bakal fenomenal benjets. Jadi setiap minggu mereka berkumpul untuk terus berembuk dan mempersiapkan project yang bakal menjadi saksi bahwa mereka pernah hidup, sebuah karya yang sangat total dari seluruh kemampuan yang mereka punya – sesuatu yang mereka benar-benar ingin buat – untuk disebarkan seluas-luasnya! Aku dukung benjets, soalnya sebelum bukunya jadi aja perdebatannya sudah luar biasa hebat, seru Mari kita nantikan bersama buku dari banyak kepala ini.

Nah, di hari pertemuan rutin mereka itu kawan2nya Bang Yoyok pada nggak nongol di kakaka. Singkat cerita rupanya pertemuan rutin mereka di undur keesokan harinya, Bang Yoyok miss tentang itu. Jadilah kami terlibat obrolan panjang, seru, sampai saling menatap dalam. Sebenarnya aku lagi asyik browsing, tetapi ada adab yang tidak tertulis yang mengatakan: ‘istirahatkan laptopmu bila ada teman ngobrol di depanmu / atau ada orang mengajakmu ngobro, apalagi bila iya sendirianl’. Apa yang kami perbincangankan? Semuanya bermula dari pendapatnya tentang project / kegiatan yang akan aku dan kawan-kawan lakukan.. Melebar sampai membahas Indonesia (kami hentikan segera karena kening dipaksa terus mengkerut kalo membicarakan negara antah berantah ini), jadi kami langsung kembali berdiskusi hal-hal yang sudah dan rencana-rencana yang bakal dilakukan. Tahun ini telah berlalu setengah jalan, aku sidikit curhat ‘cepat kali udah di ujung juni aja, ini udah ngapain aja ya, kok gak terasa..’. Dari lontaran kalimat-kalimat itu aku dikasih masukan, mungkin biar tidak terlalu merasa bersalah coba buat list apa-apa aja yang sudah dilakukan hari ini, bertemu dengan siapa aja, kemana dan ngapain aja. Dan benar aja, setelah coba buat listnya ternyata walaupun terasa berlalu begitu aja (tiba-tiba udah malam aja, tiba-tiba udah jumat lagi aja) ada banyak hal yang kita lakukan, ternyata lumayan juga pembahasan yang telah kita pikirkan dengan orang-orang yang kita temui, banyak pembelajaran yang bisa diambil dari tempat-tempat yang kita datangi, bahkan tempat makan siang yang random yang kita singgahi sekalipun.

‘Mungkin karena semua bisa dilakukan tanpa perlu mandi dan pake celana ponggol aja terus kita merasa gak ngelakuin apa-apa, kalo gak seperti cara kerja orang lain kita tidak seperti tidak melakukan apa-apa.. kayaknya gitu ya zak?’, aku coba berpikir, dan kami sama-sama tertawa. Sebuah analogi yang mencerahkan. Makasih Bang Yoyok.

Sekarang mau coba untuk rajin ngeblog nih, mudah2an bisa jadi aktifitas rutin setiap hari. Sihiiiy!😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s