Oh, malaikat.

Saya dikunjungi seorang teman lama, di ‘ruang’ kerja saya – di sebuah coffee shop itu kami bertukar cerita serabutan. Sambil menunggu kopinya, ia membuka pembicaraan: ‘Beberapa hari yang lalu aku ketemu malaikat’.

Jari-jari saya yang sedang mengetik kencang di keyboard langsung berhenti, sisa pekerjaan saya putuskan untuk dilanjutkan setelah misteri malaikat ini terpecahkan. ‘Hah, ketemu malaikat? Maksudnya?’ saya bertanya.

‘Ini gara-gara sakit gigi. Akhirnya aku kedokter karena udah nggak tahan lagi..’ teman saya mengaduk gula dalam kopinya, mulai bercerita.

‘Terus?’ tanya saya penasaran.

‘Dokternya masih muda, dia tanya keluhananku apa.. Aku cuma jawab dengan isyarat nunjuk gigi bagian dalam dengan jari telunjuk karena untuk ngomong pun udah nggak sanggup, sakit kali..’ teman saya lalu meneguk kopinya.

‘Terus malaikatnya dimana?’ kejar saya penasaran.

‘Jadi sambil mencatat permasalahan gigi ini, memberi nasehat dan menulis resep obatnya, dia bersuara pelan – Tuhan, jangan beri saya pasien lagi..’, jawabnya menjelaskan.

‘Ooooh..’ respon singkat saya sambil berpikir.

‘Perempuan dengan paras juga penampilan menarik, dokter yang takut berdoa meminta banyak pasien, itu malaikat kan ya? HAHAHA’ teman saya bertanya dengan serius sambil tertawa.

Saya ikut tertawa, HAHAHA. Lalu memanggil pelayan, memesan kopi lagi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s