Tentang April.

Saya akan menyampaikan hal-hal tentang april.

Yang pertama saya lahir di bulan ini. Bulan yang paling saya sukai, tiga bulan telah terlalui sejak pergantian tahun adalah waktu untuk mengambil jeda melihat ke belakang, dan memutuskan apa yang akan dilakukan setidaknya sampai akhir tahun. Banyak hal baik yang datang sejak januari, beberapa kontrak, jaringan pekerjaan yang makin berkembang, serta peluang-peluang yang menakjubkan: kesempatan ikut pitching berkompetisi dengan agency besar Jakarta (xabido i own you!), berencana menjadi kartel kerbau (saya ingin ke toraja, dan bila ada uang yang bersisa dari kegiatan ini ingin ke banda neira juga menghirup udara maluku), serta belajar bagaimana cara secepat mungkin uang yang bekerja untuk menghasilkan uang sambil menjalankan hal-hal yang disukai – hal yang mungkin di inginkan semua orang hahaha. Sudah dua kali April saya ke bali dan melihat orang menghabiskan uang dengan mudah (saya tau mereka mendapatkannya juga dengan mudah), kalau saya maunya dapatkan dengan mudah dan menghabiskannya dengan penuh kebahagian. Wih!

April juga ternyata tentang kehilangan. Ayah saya meninggal beberapa hari setelah saya berulangtahun. Beberapa malam di Bali secara kebetulan saya menginap di hotel yang tidak jauh dari tempat terakhir kali berbicara dengan beliau via telpon, salah satu tempat pembelanjaan oleh-oleh di Bali. Saya mendadak pergi ke bali dengan spontan dan sepertinya itu cara Allah mengingatkan saya, dari kamar jendela hotel saya melihat dari saya dulu, dan yang menakjubkan saya kembali ke medan tanpa bisa mampir membeli oleh-oleh ditempat itu lagi.

Menjelang subuh saya mendapat kabar duka itu, masih gelap saat mencari taksi menuju bandara mencari penerbangan paling cepat menuju rumah, dan saat mendarat di jakarta saya harus ikhlas untuk tidak menghadiri pemakaman laki-laki itu, hari itu tiket yang tersedia hanya dari bandung dan setelah mendarat di medan masih ada perjalanan darat 3 jam lagi, malam hari selepas isya saya baru tiba di rumah. Saat di travel soekarno hatta menuju bandara husein, ditengah perjalanan langit menurunkan hujan sebentar lalu cuaca kembali terik, hujan orang meninggal, di pesawat saya menangis dalam diam. Di rumah ibu saya dengan tenang menceritakan bagaimana ia bersama 2 anak perempuan dan 1 cucu laki-lakinya melepas orang yang dicintainya itu, saat itu 3 anak laki-laki berada jauh dari rumah (bali, kapuas hulu, banda aceh). Meng-asing-kan saya untuk sekolah ke medan merupakan kuputusan terbaik mereka, walau saya sangat benci awalnya tapi sangat saya syukuri kini.

Berbicara tentang lelaki itu dan saya, yang saya tidak suka dari Ayah saya adalah terlalu pelit memberi pujian. Berprestasi dikelas sepertinya hal biasa, padahal nilai bagus menjadi jalan menjaga muka ibu kami di sekolah, hal biasa yang saya pahami sekarang: ternyata pujian, juga pengakuan, tidak terlalu penting. Saya pernah buat kesalahan yang efeknya sampai tidak berani keluar rumah, di garasi rumah dia tetap membela saya dari orang yang datang menyudutkan anaknya, rasanya dia kehilangan banyak hal saat itu. jadi sekarang cara saya merayakan ulangtahun adalah dengan berziarah, merapal banyak doa untuk diri sendiri dan orang-orang yang saya cintai. April merupakan moment menangis, hal sederhana yang sering saya rindukan untuk jadi alasan merayakan hidup yang luar biasa naik turun ini.

Saya tersadar kalau selama ini terlalu asyik dengan diri sendiri, menjalankan ego dan keinginan-keinginan yang akhirnya dibatasi oleh waktu. Hebatnya kedua orangtua itu punya stok sabar tak berbatas, apapun yang ada di isi kepala dan aliran darah anak-anaknya mereka sadari adalah sifat yang mereka tularkan. Kami, anak-anaknya, hidup berkecupan dari sejak lahir dan diwarisi beberapa peninggalan yang tidak perlu diperebutkan yang semoga menjadi capaian kebahagian mereka di dunia serta amal jariah yang tidak terputus.

Sekarang oleh Ibu tetap diberi kebebasan untuk menjalani apa yang mau saya jalani, perempuan itu hanya takut kalau saya laparan diperantauan atau menjadi orang yang sombong, saya punya record bagus memenangkan kemauan diri sendiri atas kesempatan-kesempatan menjalani pilihan ‘hidup pasti’ bagi banyak orang, alasan tersebut yang menimbulkan kekhawatiran perempuan yang saya cintai itu.

maketimeforlife

Dan, tentang april saya suka tulisan lama ini. Semoga Allah berkenan bersama saya dan orang-orang yang saya sayangi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s